Ulasan Cerpen "Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang"


Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang



          Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang ilustrasi Wayan Kun Adnyana


Cerpen yang berjudul “Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang” karya A. Mustofa Bisri ini dimuat dalam cerpen koran minggu di Kompas. Cerita pendek yang dimuat pada edisi tanggal 1 April 2018 ini menyodorkan cerita yang begitu menarik tetapi harus membaca berulang-ulang untuk memahaminya. Di cerpen ini, ilustrasi oleh Wayan Kun Adnyana.
Ilustrasi yang memperlihatkan sosok si gadis kecil dengan alis tebal dan mata yang cemerlang membuat rasa penasaran pembaca dapat terobati. Dengan background kereta api dan kalimat-kalimat latin yang tidak bisa dibaca menjadi pelengkap dari ilustrasi tersebut. Dengan kalimat-kalimat yang hanya dapat dipahami oleh penulis dan pembuat ilustrasi menunjukkan kesan rahasia yang mungkin mempunyai tujuan agar pembaca semakin penasaran dalam cerita.
Gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang, dari judul yang diambil oleh A. Mustofa Bisri dapat membuat pembaca untuk memainkan imaginasinya. Jika dilihat dari kehidupan nyata mungkin gadis kecil itu mempunyai postur wajah yang begitu cantik dan sempurna.  
“Aku melihatnya dari jendela kereta api menjelang keberangkatanku dari stasiun S menuju kota J.” Jika dilihat dari kutipan tersebut, A. Mustofa Bisri tidak secara blak-blakan menunjukkan lokasi yang sebenarnya dalam cerita. A. Mustofa Bisri hanya menggunakan inisial sehingga pembaca tidak dapat mencari tahu kebenaran dalam isi cerita. Lain dengan cerpen yang berjudul “Slompret Kematian” karya Ahsanul Mahdzi yang secara terbuka menyebutkan lokasi-lokasi yang terdapat dalam cerpen, khususnya kota Semarang.
“Semula aku kira dia sedang mengantar dan ingin melambai seseorang lain, orangtuanya atau saudaranya atau siapa. Tapi kulihat matanya yang cemerlang tertuju langsung kepadaku dan hanya kepadaku.” Nah, dari kutipan ini mulai memunculkan teka-teki dan banyak pertanyaan yang menyeruak, dari mana gadis kecil itu muncul? Mengapa gadis kecil itu hanya melihat sosok aku dalam cerita? Mengapa gadis kecil itu berdiri sendirian di peron? Mengapa gadis kecil itu menampakkan ekspresi apapun dalam wajahnya? Dan masih banyak lagi. Jika disebutkan semua pertanyaan yang muncul dalam pikiran, mungkin akan menghabiskan dan memenuhi berlembar-lembar kertas.
Pertanyaan-pertanyaan tidak hanya muncul dari pikiran pembaca sendiri, tetapi A. Mustofa Bisri juga menyelipkan pertanyaan yang hampir sama dengan sebagian pembaca. Hal ini bisa dilihat dari kutipan berikut, “Si cowok itu bertanya-tanya anak siapakah dia? Kenapa sendirian di stasiun? Sepertinya dia bukan gelandangan pakaiannya pun bersih, sikapnya mantap.”
Rasa penasaran menjadi semakin menjadi-jadi ketika si Sahlan bohong kepada tokoh aku mengenai sang istri yang diakuinya sebagai seorang adik. Tujuan A. Mustofa Bisri masih menjadi pertanyaan. Jika dilihat dari kutipan, “Dengan taksi aku menuju rumah kenalanku yang menjanjikan akan mengenalkanku dengan adiknya yang katanya cantik seperti bintang film kesukaanku.” Dari kutipan tersebut Sahlan mungkin menjanjikan akan mengenalkan adik ketemu gedenya kepada tokoh aku. 
Tidak disangka-sangka A. Mustofa Bisri lagi-lagi membuat kejutan bagi pembaca dengan ceritanya yang tak terduga. Hal ini diperlihatkan dengan sosok Sahlan menceritakan masa lalunya ketika pertama bertemu dengan Shakila, istrinya. Kejutan ini dibuktikan pada kutipan berikut, “Perkenalanku dengannya juga cukup aneh. Waktu itu aku sedang berada di atas kereta yang akan berangkat dari stasiun S. Dari jendela kereta, kulihat dia, waktu itu masih seorang gadis kecil, berdiri dekat gerbong keretaku. Matanya yang cemerlang memandang lurus ke mataku tanpa berkedip. Aku mencoba tersenyum. Ternyata dia membalas senyumanku dengan senyumannya yang manis itu.”

                            








Komentar

  1. Bagus, sangat bermanfaat bagi bagi makalah saya. Terima kasih :)

    BalasHapus
  2. Bagus, sangat bermanfaat bagi bagi makalah saya. Terima kasih :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer